Posted by: ibnughaz on: April 9, 2008
As Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi ditanyakan :
“Sebagian pemuda muslim merasa risih dan keberatan untuk mengatakan “Saya Salafi”, apakah yang anda nasehatkan kepadanya ?”
Jawab :
Mengapa merasa risih dan keberatan untuk mengatakannya? Apakah dia memandang bersandar kepada Salafiyyah adalah perkara yang akan membuat mundur dan terbelakang?. Bukanlah bersandar kepada Salafiyyah adalah bersandar kepada para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dari kalangan para fuqaha’, ahlul hadits, ahli tafsir, dan orang-orang yang memiliki aqidah yang benar disetiap tempqt dan waktu, mereka semua adalah orang-orang yang mengikuti kebenaran dalam Alqur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih diatas pemahaman para pendahulu yang shalih! Apakah bersandar kepada mereka menyebabkan kemunduran dan ketebelakangan sehingga dia merasa risih dan berat? Innalillahi wa inalillahi raji’un.
Adapun jika ada orang yang berusaha memahami manhaj salaf dan mengikutinya kemudian mengatakan “saya seorang salafi”. Orang yang demikian, Insyaallah kita bisa mengharapkan darinya kebaikan. Namun bila merasa enggan dan berat untuk mengatakan “Saya Salafi” bisa jadi dia akan tertimpa adzab dan balasan yang jelek karenanya.
(Dinukil dari Buku Menyingkap Kejahatan Aliran-Aliran Sesat karya As Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi )