Rizki bin Ghaz Albinjy

MEMBACAKAN AL-QUR’AN UNTUK MAYAT

Posted by: ibnughaz on: Juli 27, 2008

Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Pertanyaan.
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Bolehkan membacakan Al-Qur’an untuk mayat, yaitu dengan menempatkan mushaf di rumah si mayat, lalu para tetangga dan kenalannya berdatangan, kemudian masing-masing membacakan satu juz umpamanya, setelah itu kembali ke pekerjaannya masing-masing, namun untuk bacaan itu mereka tidak diberi upah. Selesai bacaan, si pembaca mendo’akan si mayat dan menghadiahkan pahala bacaannya kepada si mayat. Apakah bacaan do’a itu sampai kepada si mayit dan mendapat pahala ? Saya mohon penjelasan. Terima kasih. Perlu diketahui, bahwa saya pernah mendengar sebagian ulama yang mengharamkan perbuatan ini secara mutlak, namun sebagian lagi ada yang memakruhkan dan sebagian lainnya membolehkan.

Jawaban.
Perbuatan ini dan yang serupa itu tidak ada asalnya, tidak diketahui bahwa itu berasal dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak diriwayatkan pula dari sahabat beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa mereka membacakan Al-Qur’an untuk mayat, bahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda.

“Artinya : Barangsiapa yang melakukan suatu amal yang tidak kami perintahkan maka itu tertolak”. [Dikeluarkan oleh Muslim dalam Al-Aqdhiyyah (18-1718) dan Al-Bukhari menganggapnya mu'allaq namun menguatkannya]

Disebutkan dalam Ash-Shahihain, dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Barangsiapa membuat sesuatu yang baru dalam urusan kami (dalam Islam) yang tidak terdapat (tuntunannya) padanya, maka ia tertolak”. [Hadits Riwayat Al-Bukhari dalam Ash-Shulh (2697), Muslim dalam Al-Aqdhiyah (1718)]

Dalam Shahih Muslim disebutkan, dari jabir Radhiyallahu ‘anhu, dalam salah satu khutbah Jum’at Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan.

“Artinya : Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-sebaik perkataan adalah Kitabullah, sebaik-baik tuntunan adalah tuntunan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam seburuk-buruk perkara adalah hal-hal baru yang diada-adakan dan setiap hal baru adalah sesat”.[Hadits Riwayat Muslim dalam Al-Jumu'ah 867]

An-Nasa’i menambahkan pada riwayat ini dengan isnad shahih.

“Artinya : Dan setiap yang sesat itu (tempatnya) di neraka”. [Hadits Riwayat Nasa'i dalam Al-Idain 1578]

Adapun bersedekah atas nama si mayat dan mendo’akannya, bisa berguna baginya dan sampai kepadanya menurut ijma’ kaum msulimin. Hanya Allah-lah yang kuasa memberi petunjuk dan Hanya Allah-lah tempat meminta.

[Kitab Ad-Da'wah, Juz 1, hal.215, Syaikh Ibnu Baz]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerbit Darul Haq]

Sumber :almanhaj.or.id

2 Tanggapan ke "MEMBACAKAN AL-QUR’AN UNTUK MAYAT"

kalau begitu, bagaimana cara kita untuk memberi tahu kepada saudara-saudara kita yang mengerjakan hal itu -agar mereka tidak sakit hati-

Ya akhi…
Saat ini memang tampaknya kita dihadapkan dgn kebingungan dan terkadang diikuti emosi, saat orang-orang melakukan hal tersebut kita katakan bahwa ini tidak diajarkan dlm Islam namun mereka menolak dan berdalih…
Sesuai kaidah dakwah yang disampaikan Rasullulah Shalallahu ‘alaihi wasallam, yaitu ilmu,amal, dakwah dan sabar.Sampaikanlah dakwah ini dgn lemah lembut, Allah Berfirman:”..Dan dengan rahmat dari Allah hendaklah kamu berlemah lembut kepada mereka. (Ali Imran: 159)”
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam juga bersabad:”Sesungguhnya kelembutan tidak ada pada sesuatu pun melainkan akan menghiasinya, dan tidak dicabut dari sesuatu melainkan akan membuatnya buruk. (Riwayat Musim)”
Maka stlh kita sampaikan, bersabarlah. Smg Allah memberi petunjuk kita dan kpd orang2 yang kita sampaikan..
Wallahu’alam..

Tinggalkan Balasan

 

Juli 2008
M S S R K J S
« Mei   Agu »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Tag

Syabaabussunnah blog

Pustaka Albinjy


ulama quotes

Apa Kata Rasulullah Shalallahu’alihi wasallam

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda, . "Janganlah kalian mencela para sahabat-ku, seandainya seorang di antara kalian menginfaqkan emas seberat gunung Uhud, kalian tidak akan mencapai satu mud bahkan separuhnya dari apa yang telah mereka infaqkan." . (Diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim)